Selasa, 01 Juni 2021

MANAJEMEN SEKOLAH

 Manajemen yaitu sebuah seni yang mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah organisasi atau bisnis melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan, dan pengawasan sumber daya dengan cara yang efektif dan efisien. Sebagaimana yang telah dikutip oleh Stoner tentang Manajemen secara umum yang dikutip oleh T. Hani Handoko (1995) manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Sedangkan sekolah yaitu lembaga yang digunakan sebagai tempat untuk kegiatan belajar-mengajar bagi para pendidik dan peserta didik dalam memberi dan menerima pelajaran sesuai dengan bidangnya. Sekolah juga bertujuan menjadi tempat bagi anak-anak untuk di didik agar bisa menjadi individu yang berguna bagi bangsa dan negara, karena itu sekolah menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam bangsa.

Manajemen sekolah merupakan faktor yang sangat penting dalam menyelenggarakan pendidikan dan oengajaran disekolah, keberhasilannya diukur dari prestasi yang diperoleh, karena itu dalam melaksanakan kepemimpinannya sekolah harus menggunakan suatu sistem, yang artinya dalam penyelenggaraan pendidikan disekolah terdapat komponen-komponen berkaitan seperti guru, staf TU, orang tua murid, masyarakat, pemerintah, peserta didik, dan lain sebagainya harus berfungsi secara optimal yang dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan. Keberhasilan kualitas pendidikan juga sangat ditentukan oleh kemampuan pengelolaan dalam mengelola organisasi (sekolah), seperti mengelola pembelajaran, siswa, sarana dan prasarana, keuangan, serta hubungan dengan masyarakat. 

Manajemen sekolah yaitu Suatu usaha yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan belajar-mengajar yang optimal, serta upaya pemberdayaan sekolah dan lingkungannya untuk mewujudkan sekolah yang mandiri dan efektif melalui optimalisasi peran dan fungsi sekolah sesuai dengan visi dan misi, dimana pengelolaan sekolah diberikan Kepada kepala sekolah, serta atas kesiapan seluruh staf sekolah, untuk memanfaatkan semua sumber dan fasilitas belajar yang ada untuk menyelenggarakan pendidikan bagi siswa serta memiliki akuntabilitas atas segala tindakan tersebut” Sebagaimana telah dikutip Menurut James Jr. manajemen sekolah adalah proses pendayagunaan sumber-sumber manusiawi bagi penyelenggara sekolah secara efektif.

Manajemen sekolah sering kali disandingkan dengan istilah administrasi sekolah. Berkaitan dengan hal itu, terdapat tiga pandangan yang berbeda. Pertama, mengartikan administrasi lebih luas dari pada manajemen (manajemen merupakan inti dari administrasi). Kedua, manajemen lebih luas dari pada administrasi (administrasi merupakan inti dari manajemen). Ketiga, anggapan bahwa manajemen identik dengan administrasi. 

Manajemen sama dengan pengelolaan, yaitu segala usaha bersama untuk mendaya gunakan sumber-sumber baik itu personal maupun material, secara efektif serta efisien berguna menunjang tercapainya tujuan pendidikan disekolah secara optimal.

Terdapat beberapa langkah pelaksanaan manajemen peningkatan mutu sekolah. Sagala (2011:55-56) menjelaskan bahwa setiap sekolah melaksanakan manajemen peningkatan mutu dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Merumuskan visi, misi, tujuan dan target peningkatan mutu secara berkelanjutan; 

b. Menyusun perencanaan sekolah mengunakan model perencanaan strategik;

c. Melaksanakan program sekolah sesuai formulasi perencanaan; 

d. Melakukan evaluasi secara terus menerus terhadap program kerja yang dilaksanakan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas serta kualitas penyelenggaraan program sekolah; 

e. Menyusun laporan kemajuan sekolah dan melaporkannya kepada orang tua siswa kemajuan hasil belajar anak-anaknya disekolah, melaporkan kemajuan sekolah kepada masyarakat dan stakeholders sekolah serta pemerintah daerah;

f. Merumuskan program baru sebagai hasil evaluasi program sekolah dan kelanjutan daei program yang telah dilaksanakan menggunakan perencanaan stategik sekolah. 

Langkah yang telah dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan manajemen untuk meningkatkan mutu harus melalui tahapan-tahapan. Tahapan manajemen pun dimulai dari proses merumuskan rencana dan tujuan, penggunaan strategi yang tepat, pelaksanaan dan pelaporan serta ditutup dengan menentukan langkah baru ubtuk meningkatkan mutu yang lebih baik. Langkah ini sangatlah penting untuk mengukur pencapaian tujuan dan kualitas sekolah.

Adapun tujuan Manajemen Sekolah menurut Departemen Pendidikan Nasional adalah : 

1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 

2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. 

3) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolah. 

4) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai

Jadi, manajemen sekolah memiliki tujuan untuk meningkatkan sumber daya yang ada disekolah baik itu efesiensi, mutu pendidikan, relevansi, pemerataan, serta meningkatkan bagaimana tanggung jawab dari sekolah dan meningkatkan kompetensi yang sehat antar sekolah agar semakin baik kedepannya.

Adapun prinsip-prinsip Manajamen Sekolah dibagi menjadi 4 yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia. 

1. Prinsip Ekuifinalitas ialah didasarkan pada teori manajemen modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa cara yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan bersama.

2. Prinsip Desentralisasi (Principle of Decentralization) ialah bahwa pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielakkan dari kesulitan dan permasalahan. 

3. Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri ialah Ketika sekolah menghadapi permasalahan maka harus diselesaikan dengan caranya sendiri. Sekolah dapat menyelesaikan masalahnya bila telah terjadi pelimpahan wewenang dari birokrasi di atasnya ke tingkat sekolah

4. Prinsip Inisiatif Manusia ialah peningkatan kualitas pendidikan dapat diukur dari perkembangan aspek sumber daya manusianya. Prinsip ini mengakui bahwa manusia bukanlah sumber daya yang statis, melainkan dinamis (berubah-ubah)

Adapun juga Fungsi guna manajemen adalah sebagai berikut :

1. Perencanaan: (1) pemilihan ataupun penetapan tujuan organisasi, serta (2) penentuan strategi, kebijakan, proyek, program, prosedur, tata cara, sistem, anggaran, serta standard yang diperlukan buat menggapai standard.

2. Pengorganisasian: (1) penentuan sumberdaya serta aktivitas yang diperlukan buat menggapai tujuan, (2) perancangan serta pengembangan organisasi ataupun kelompok kerja buat menggapai tujuan, (3) penugasan tanggungjawab, serta (4) pendelegasian wewenang kepada individu.

3. Penataan personalia: penarikan, pelatihan, pengembangan, penempatan, serta pemberian orientasi para karyawan dalam area kerja yang menguntungkan serta produktif.

4. Pengarahan: memperoleh ataupun membuat para karyawan melaksanakan apa yang di idamkan serta wajib mereka jalani. Guna ini memohon para karyawan buat bergerak mengarah tercapainya tujuan organisasi.

5. Pengawasan: temuan serta pelaksanaan metode serta perlengkapan buat menjamin kalau rencana sudah dilaksanakan cocok dengan yang sudah diresmikan. Pengawasan positif berupaya mengenali apakah tujuan organisasi dicapai dengan efisien serta efektif ataupun tidak. Pengawasan negatif berupaya menjamin aktivitas yang tidak di idamkan tidak terjalin.

Sedangkan sebagaimana menurut Fayol (1925), tentang guna manajemen ialah merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, serta mengatur. Tetapi dikala ini, kelima guna tersebut sudah diringkas jadi 3 ialah:

1. Perencanaan (planning) merupakan memikirkan apa yang hendak dikerjakan dengan sumber yang dipunyai. Perencanaan dicoba buat memastikan tujuan industri secara totalitas serta metode terbaik buat penuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi bermacam rencana alternatif saat sebelum mengambil aksi serta setelah itu memandang apakah rencana yang diseleksi sesuai serta bisa digunakan buat penuhi tujuan industri. Perencanaan ialah proses terutama dari seluruh guna manajemen sebab tanpa perencanaan, fungsi- fungsi yang lain tidak bisa berjalan.

2. Pengorganisasian (organizing) dicoba dengan tujuan membagi sesuatu aktivitas besar jadi kegiatan- kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian memudahkan manajer dalam melaksanakan pengawasan serta memastikan orang yang diperlukan buat melakukan tugas yang sudah dibagi- bagi tersebut. Pengorganisasian bisa dicoba dengan metode memastikan tugas apa yang wajib dikerjakan, siapa yang wajib mengerjakannya, gimana tugas- tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, serta pada tingkatan mana keputusan wajib diambil.

3. Pengarahan (directing) merupakan sesuatu aksi buat mengusahakan supaya seluruh anggota kelompok berupaya buat menggapai target cocok dengan perencanaan manajerial serta usaha.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar