Rabu, 14 April 2021

MEDIA PEMBELAJARAN

Nama : Syarifah Azzahra Putri Aulia

NIM : 11901131

Kelas : PAI 4C


Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Heinich dkk (1982) mengemukakan istilah me-dium ini sebagai perantara yang akan mengantarkan informasi antara sumber pesan dan penerima pesan. Jadi televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya itu adalah sebagai media komunikasi. Apabila media tersebut membawa informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud pengajaran maka media tersebut disebut media pengajaran.

Media adalah sebagai alat untuk menyampaikan pesan atau informasi belajar dari dari sumber pesan kepada penerima pesan. penggunaan media pembelajaran inilah dapat membantumu dalam keberhasilan belajar. Seperti yang ditegaskan oleh Danim dan Sudarwan (1995:1) bahwa hasil dari penelitian ini sudah banyak sekali membuktikan efektivitas penggunaan media dalam proses belajar mengajar dikelas tersebut, apalagi terutama dalam meningkatkan prestasi siswa. Terbatasnya media dalam proses belajar mengajar ini merupakan salah satu penyebab lemahnya mutu belajar siswa. 

Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan dalam proses belajar mengajar dikelas. Hal ini dapat dilihat dan dipahami pada proses belajar yang dialami siswa bertumpu pada berbagai kegiatan yang menambah ilmu dan wawasan untuk bekal hidupnya di masa sekarang dan yang akan datang. Seperti yang dikemukakan oleh Rusyan dan Daryani (1993:3) bahwa salah satu upaya yang harus ditempuh yaitu bagaimana caranya kite menciptakan situasi belajar yang memungkinkan terjadinya proses pengalaman belajar dari pada diri siswa tersebut dengan menggunakan segala sumber belajar dan cara belajar yang lebih efektif dan efisien. Jadi dalam hal ini, media pengajaran merupakan salah satu media yang dapat membantu keefektifan terjadinya proses belajar.

Dalam proses pembelajaran ini, media pengajaran merupakan wadah dan perantara dalam penyaluran pesan dari sumber pesan yaitu seperti guru kepada penerima pesan yaitu siswa (peserta didik). Dilihat dari manfaat nya, seperti yang disebutkan oleh Danim dan Sudarwan (1995:13) manfaat dari media pengajaran terdapat dalam beberapa point yaitu sebagai berikut : (a) meningkatkan mutu pendidikan dilakukan dengan cara kecepatan dalam belajar, (b) memberi kemungkinan pendidikan yang bersifat lebih individual, (c) memberikan dasar pengajaran yang lebih ilmiah, (d) pengajaran yang dapat dilakukan secara baik dan mantap, (e) meningkatkan terwujudnya kedekatan dalam belajar, dan (f) memberikan penyajian pendidikan yang lebih luas.

Sebagai contoh, sederhananya saja seperti pesawat televisi yang tidak mengandung atau tidak adanya pesan (bahan ajar) berarti belum bisa dikatakan media pembelajaran, hal ini baru bisa dikatakan hanya peralatan (hardware) saja. Akan tetapi, agar dapat disebut sebagai media pembelajaran maka pesawat televisi tersebut harus memiliki informasi, pesan atau bahan ajar yang dapat disampaikan ke penerima pesan itu. Ada pengecualian nya yaitu apabila kita, misalnya menggunakan pesawat televisi sebagai alat peraga untuk menerangkan tentang komponen-komponen yang ada pada pesawat televisi dan juga cara kerjanya. Maka pesawat televisi yang kita gunakan itulah dapat berfungsi sebagai media pembelajaran.

Terkait dengan semakin banyak dan beragamnya media pengajaran, Raharjo (1986:62) mengatakan dalam pemilihan media harusnya memperhatikan beberapa prinsip yaitu sebagai berikut; (a) Kejelasan dalam maksud dan tujuan pemilihan media tersebut, untuk keperluan hiburan, informasi umum, pembelajaran dan sebagainya, (b) Familiaritas media, yaitu yang melibatkan pengetahuan akan sifat dan ciri-ciri media yang akan dipilih, dan (c) Sejumlah media yang dapat diperbandingkan karena adanya beberapa pilihan yang lebih sesuai dengan tujuan pengajaran tersebut.

Banyak dari penelitian yang diadakan mengenai media pembelajaran mana yang paling sesuai untuk tujuan tertentu, dan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa; 1) Tidak setiap media pengajaran dapat dimanfaatkan untuk hal hal yang tidak sesuai atau sembarangan mencapai pengajaran, 2) Semua media pengajaran ini dapat membantu guru dalam hal melaksanakan satu atau beberapa fungsi dalam pengajaran, yaitu seperti mengisahkan, mengontrol/mengecek, memberikan penguatan dan mengadakan evaluasi. Bahkan bisa jadi ada kemungkinan, media itu mengambil alih fungsi, misalnya film yang mengisahkan proses pertumbuhan sel.

Seperti yang dikemukakan oleh Winkel (2005:321) bahwa pemilihan media disamping untuk melihat kesesuiannya dengan tujuan intruksional khusus, materi pelajaran, prosedur didaktis dan bentuk pengelompokan siswa, juga harus mempertimbangkan soal biaya, ketersediaannya peralatan waktu yang dibutuhkan, ketersediaannya aliran listrik, kualitas teknis, ruang kelas, dan kemampuan guru dalam menggunakan media secara tepat.

Implementasi pemilihan media yang berdasarkan langkah-langkah seperti yang telah dijelaskan merupakan hal terpenting yang harus dilakukan oleh guru atau pendidik. Realitas empirik menunjukan bahwa masih banyak guru atau pendidik yang mengajar dengan hanya mengandalkan pada dirinya sebagai satu-satunya media atau sumber belajar saja, selain itu di beberapa daerah-daerah terpencil dan tertinggal bisa kita lihat bahwa penggunaan media hanya mengandalkan papan tulis black board sebagai media pembelajaran satu-satunya itu. Hal tersebut tidak akan terjadi apabila guru atau pendidik memiliki kemampuan mengenai langkah-langkah dalam pemilihan media berdasarkan kriteria atau ketentuan yang telah di sebutkan, juga adanya perhatian pimpinan terkait dengan pentingnya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan, lebih khusus efektifitas pembelajaran melalui penggunaan media. Karena dengan memperhatikan kriteria tersebut, maka tidak ada satu media pun, atau belum tentu media yang tersedia tersebut cocok untuk semua bahan pembelajaran itu, atau pun sesuai dengan sasaran tujuan yang akan dicapai. Apabila guru tidak melakukan langkah-langkah perencanaan dan pemilihan media menunjukan pada sebuah indikasi kurangnya inovasi dan pengembangan media pembelajaran yang akan digunakan. Sehingga guru hanya terfokus  pada satu media saja.

Saat ini masih banyak guru-guru yang enggan untuk memanfaatkan media untuk kegiatan pembelajaran. Masih banyak juga kecenderungan bahwa para peserta didik dibiasakan untuk mendengarkan apa yang diajarkan oleh guru, kemudian dicatat dan dipaksa untuk menghafalkannya. Keadaan seperti inilah yang jelas akan menghasilkan sikap verbalistik, yang akan menyebabkan peserta didik akan menjadi pasif dalam kegiatan belajar mengajar dan itulah yang membuat proses belajar mengajar menjadi kaku dan cepat membosankan. Untuk itu, dalam rangka mengembangkan pembelajaran menjadi menyenangkan serta membuat peserta didik menjadi aktif kembali, penggunaan multimedia pembelajaran akan sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran.

Pentingnya fungsi multimedia didalam kegiatan pembelajaran yaitu pada awalnya media hanya berfungsi sebagai alat visual atau alat peraga saja dalam proses kegiatan belajar mengajar, yaitu berupa sarana yang dapat memberikan pengalaman visual kepada peserta didik, guna untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik, memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak, dan mempertinggi daya serap peserta didik tersebut.

Dengan konsep yang semakin mantap, fungsi media dalam kegiatan pembelajaran tidak lagi sekedar peraga bagi guru yaitu melainkan pembawa informasi atau pesan pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik itu sendiri. Dengan demikian pola interaksi edukatif akan lebih bervariasi hingga meliputi 5 pola sebagai berikut yaitu : 1). Sumber yang hanya berupa orang saja (seperti yang kebanyakan terjadi di sekolah-sekolah kita sekarang), 2). Sumber yang berupa orang yang dibantu oleh atau dengan sumber lain, 3). Sumber berupa orang bersama dengan sumber lain berdasarkan pembagian tanggung jawabnya, 4). Sumber lain tanpa ada sumber berupa orang, dan 5). Kombinasi dari keempat pola tersebut dalam bentuk suatu sistem. 

Ada bermacam-macam pendapat tentang fungsi media pembelajaran. Peranan media dalam proses kegiatan belajar mengajar merupakan bagian yang sangat menentukan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Seperti yang dikemukakan oleh Rowntree yaitu bahwa ada enam fungsi media yaitu, 1) membangkitkan motivasi belajar peserta didik, 2) mengulang apa yang telah dipelajari, 3) menyediakan segala stimulus belajar, 4) mengaktifkan respon peserta didik dalam proses belajar mengajar, 5) memberikan umpan balik dengan segera terhadap peserta didik, dan 6) menggalakkan latihan yang serasi.

Dalam konteks pembelajaran yang berlangsung, media juga berfungsi secara efektif tanpa menuntut kehadiran guru. Media juga sering dalam bentuk "kemasan" untuk mencapai tujuan pembelajaran itu. Dalam hal inilah, tujuan telah ditetapkan, petunjuk atau pedoman kerja untuk mencapai segala tujuan yang telah diberikan, bahan-bahan atau material yang telah disusun dengan rapi, dan alat ukur atau evaluasi juga disertakan. Media pembelajaran yang mempunyai syarat situasi seperti itulah dapat berupa modul, paket belajar, kaset dan perangkat lunak komputer yang akan dipakai oleh peserta didik atau peserta pelatihan. Dalam situasi seperti ini, guru atau instruktur dapat berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran.

Media juga memiliki berbagai peranan yang penting dalam aktivitas pembelajaran. Selama ini, pembelajaran mungkin lebih banyak bergantung pada keberadaan guru atau pendidik. Dalam situasi dan kondisi demikian, media tidak banyak digunakan oleh guru atau pendidik atau apabila yang digunakan media hanya sebatas alat bantu pembelajaran.

Pandangan seperti inilah yang mengisyaratkan tidak adanya upaya pemberdayaan dalam proses pembelajaran. Sebaliknya juga bisa saja pembelajaran mungkin tidak memerlukan kehadiran guru. Pembelajaran yang tidak bergantung pada guru, bahkan selalu diarahkan oleh siapa yang merancang media tersebut. Dalam situasi pembelajaran yang berbasis pada guru atau pendidik, penggunaan media pembelajaran secara umum adalah untuk memberikan dukungan suplementer secara langsung kepada guru atau pendidik. Media pembelajaran yang dirancang secara memadai ini dapat meningkatkan dan memajukan proses belajar dan memberikan dukungan pada pembelajaran yang berbasis guru atau pendidik dan tingkat keefektifan media pembelajaran tergantung pada guru atau pendidik itu sendiri.

Media dalam dunia pendidikan pada umumnya dan pembelajaran cara khusus ini telah memberikan kontribusi atau sumbangan besar dalam rangka menyediakan dalam melaksanakan segala pemecahan masalah guna untuk memberi kemungkinan belajar. Pemecahan masalah belajar yang ditawarkan ini yaitu berupa penyediaan sumber belajar, baik itu sengaja dirancang maupun yang dipilih dan dimanfaatkan. Media pembelajaran ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap beberapa struktur organisasi kelembagaan pendidikan baik pada tingkat makro maupun mikro 

Dampak ini dapat dirasakan dalam tiga hal yaiti; 1) mengubah dalam pengambilan keputusan, 2) menciptakan pola pembelajaran yang baru, dan 3) memungkinkan adanya bentuk alternatif baru dalam kelembagaan pendidikan tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar