Assalamu’alaikum teman-teman,
Disini aku akan berbagi cerita dari pengalamanku, yaitu pengalaman Bahasa yang berbeda makna. Aku ini mempunyai banyak teman dari berbagai daerah. Nah salah satu nya itu teman aku yang berasal dari daerah Sambas. Waktu tidak sengaja kami bertemu disuatu tempat, setelah sekian lama tidak pernah bertemu. Pada saat bertemu kembali itu banyak sekali hal yang kami bicarakan Bersama dengan rasa bahagia saat betemunya.
Suatu ketika tanpa ia sadari, tidak sengaja ia keceplosan menggunakan Bahasanya. Karena Bahasa daerah nya itu ada yang sama penyebutannya dengan Bahasa daerahku namun berbeda makna, yaitu kata ”sitok”. Awalnya aku pura-pura paham, karena aku pikir kata sitok itu artinya sama dengan Bahasaku yaitu situ/disitu/kesitu. Lama kelamaan percakapan kami menjadi kurang nyambung karna masing-masing dari kami salah memahami maknanya. Akhirnya aku memutuskan untuk memberhentikan percakapan kami yang lagi seru nya itu.
Aku pun berkata kepada temanku itu “ka, yang kite omongkan ni ape? Kok rase-rase tak nyambong ye?”, temanku pun menjawab “iye ra, aku pun jadi bingung”. Lalu kami pun mencari penyebab dari percakapan itu menjadi tidak nyambung. Akhirnya ketemu juga penyebabnya yaitu kata “sitok” yang penyebutannya sama namun berbeda makna. Ternyata kata tersebut dalam Bahasa sambas bermakna kesini atau kemari. Sedangkan dalam Bahasa daerah ku kata tersebut bermakna kesitu atau disitu. Setelah mengetahuinya makna nya kamipun tertawa terbahak-bahak.
Jadi setelah kejadian itu, sedikit demi sedikit aku mulai memahami Bahasa daerah nya tapi hanya Bahasa yang sering ia gunakan saat berbicara denganku. Begitupun sebaliknya, ia mulai memahami Bahasa daerahku karna juga ia sering bergaul dengan anak-anak didaerahku karna berhubung dia juga sekolah di daerahku.
Baik teman-temanku, cukup sekian dulu ya ceritanya. Semoga kejadian itu tidak terulang kembali untukku, juga tidak terjadi dengan kalian yaa:)
Waasalamu’alaikum teman-teman…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar