Rabu, 27 November 2019

Pengalaman Bahasa

Assalamu’alaikum teman-teman,
Disini aku akan berbagi cerita dari pengalamanku, yaitu pengalaman Bahasa yang berbeda makna. Aku ini mempunyai banyak teman dari berbagai daerah. Nah salah satu nya itu teman aku yang berasal dari daerah Sambas. Waktu tidak sengaja kami bertemu disuatu tempat, setelah sekian lama tidak pernah bertemu. Pada saat bertemu kembali itu banyak sekali hal yang kami bicarakan Bersama dengan rasa bahagia saat betemunya.
Suatu ketika tanpa ia sadari, tidak sengaja ia keceplosan menggunakan Bahasanya. Karena Bahasa daerah nya itu ada yang sama penyebutannya dengan Bahasa daerahku namun berbeda makna, yaitu kata ”sitok”. Awalnya aku pura-pura paham, karena aku pikir kata sitok itu artinya sama dengan Bahasaku yaitu situ/disitu/kesitu. Lama kelamaan percakapan kami menjadi kurang nyambung karna masing-masing dari kami salah memahami maknanya. Akhirnya aku memutuskan untuk memberhentikan percakapan kami yang lagi seru nya itu.
Aku pun berkata kepada temanku itu “ka, yang kite omongkan ni ape? Kok rase-rase tak nyambong ye?”, temanku pun menjawab “iye ra, aku pun jadi bingung”. Lalu kami pun mencari penyebab dari percakapan itu menjadi tidak nyambung. Akhirnya ketemu juga penyebabnya yaitu kata “sitok” yang penyebutannya sama namun berbeda makna. Ternyata kata tersebut dalam Bahasa sambas bermakna kesini atau kemari. Sedangkan dalam Bahasa daerah ku kata tersebut bermakna kesitu atau disitu. Setelah mengetahuinya makna nya kamipun tertawa terbahak-bahak.
Jadi setelah kejadian itu, sedikit demi sedikit aku mulai memahami Bahasa daerah nya tapi hanya Bahasa yang sering ia gunakan saat berbicara denganku. Begitupun sebaliknya, ia mulai memahami Bahasa daerahku karna juga ia sering bergaul dengan anak-anak didaerahku karna berhubung dia juga sekolah di daerahku.
Baik teman-temanku, cukup sekian dulu ya ceritanya. Semoga kejadian itu tidak terulang kembali untukku, juga tidak terjadi dengan kalian yaa:)
Waasalamu’alaikum teman-teman…

Biografi Teman

Assalamu'alaikum,,
Bercerita sedikit tentang teman saya yaa..

Dia ini baru saya kenal pertama kali masuk kuliah. Saya bertemu dengannya saat pra Pbak. Dia yang bernama Merry Rahmawati. Nama panggilannya adalah Merry. Dia adalah teman saya, sejauh ini saya berteman dengannya merasa nyaman karena dia sangat peduli tentang saya. Biarpun saya baru mengenalnya tapi saya merasa untuk menjadi teman yang terbaik.

Merry lahir di Pontianak, 19 mei 2000. Dulu saat SD ia pernah bersekolah di SDN 03 Pontianak, kemudian setelah tamatnya ia melanjutkan lagi pendidikan ke jenjang selanjutnya yaitu di SMPN 21 Pontianak, setelah itu melanjutkan ke SMK mandiri, Dan sekarang ia melanjutkan ke perguruan tinggi di IAIN Pontianak. 

Merry mempunyai hobi membaca dan menulis. Membaca salah satunya yaitu novel, Merry sangat senang membaca novel. Ia juga suka menulis, apalagi disaat dia sedang bersemengat untuk menulis, ape saja yang ia tulis. Merry juga menyukai warna biru dan merah muda. Sampai-sampai pakaian dilemarinya lebih dominan berwarna biru. Merry juga mempunyai makanan kesukaan yaitu bakso. Ia sangat suka dengan bakso. 

Merry sebelum ia melanjutkan ke perguruan tinggi, ia memiliki dua cita-cita yang mulia yaitu guru dan seorang pengusaha. Merry memang mengambil jurusan seorang guru sesuai dengan cita-cita nya yang ingin menjadi seorang guru. Disamping itu ia memiliki keseharian yaitu menjual basreng dan makaroni. Hal ini sesuai dengan cita-cita nya yang kedua yaitu ingin menjadi seorang pengusaha atau pembisnis.


Senin, 14 Oktober 2019

Resume Skripsi

Nama : Syarifah Azzahra P.A
NIM    : 11901131



1. Cover/Sampul

PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER (ILMU TAJWID) 
DI  KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH BAYANUL ULUM PUNGGUR KECIL KABUPATEN KUBU RAYA
TAHUN PELAJARAN 
2017/2018




SKRIPSI




oleh:
MOH. SALAM
NIM. 1121100141






FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN 
PROGRAM STUDI  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK 
2018M/1439H

2. Motto

Q. S Syarh : 5-6
5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 
6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. 

Belajar itu membosankan tapi akhirnya senang, jadikan belajar itu kesenangan karena disitulah letak kesuksesan,  kebodohan itu tidak ada pada diri seseorang jika dia sering membaca dan rajin belajar. 
(Moh.Salam)
Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina
(Uthlubul ilma walau bishsin)
(Moh. Salam) 

3. Abstrak
 Moh. Salam. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler  (ilmu tajwid) di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Bayanul Ulum Punggur Kecil Kabupaten Kubu  Tahun Pelajaran 2017/2018.  Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Pendidikan Agama Islam (PAI)  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak,2017.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi dan kejelasan secara obyektif. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler (ilmu tajwid) di kelas IV madrasah ibtidaiyah bayanul ulum punggur kecil kabupaten kubu raya tahun 2017/2018. 
Untuk mempertajam analisis dari masalah ini, peneliti kemudian mulai merangkum kedalam tiga rumusan masalah yaitu :
1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler (ilmu tajwid) di kelas IV madrasah ibtidaiyah bayanul ulum?
2. Mengapa kegiatan ekstrakurikuler (ilmu tajwid)  dilaksanakan di kelas IV madrasah ibtidaiyah bayanul ulum? 
3. Apa saja materi  ekstrakurikuler (ilmu tajwid) yang dilaksanakan di kelas IV madrasah ibtidaiyah bayanul ulum? 

4.  Daftar Isi
 
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar belakang
 B. Fokus penelitian
 C. Tujuan penelitian
 D. Manfaat penelitian
BAB II KAJIAN TEORI
 A. Penelitian terdahulu
 B. Pengertian pelaksanaan kegiatan
 C. Kegiatan ekstrakurikuler
BAB III METODE PENELITIAN
 1. Pendekatan penelitian
 2. Sumber data
 3. Teknik dan alat pengumpul data
 4. Teknik analisis data
 5. Teknik pemeriksaan keabsahan data
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

5. Kutipan Teori

1. Wahdah (2013), yaitu memfokuskan beberapa aspek. Yaitu, apa saja strategi yang digunakan dalam pembelajaran tajwid.
2. Tabrani (2010), yang berjudul penerapan metode Qira'atiy dalam pembelajaran Al-Qur'an di TPA sungai ambawang.
3. Subaidi,  penerapan metode tilawah di TPA Abdussalam Paril Surabaya,  sungai ambawang.
4. Siti aminah (2014), yang berjudul pembelajaran membaca al-qur'an dengan metode qiro'aty pada santri di PONPES al-hidayah sungai ambawang.
5. Muhammad anis alqadri (2014), yang berjudul pelaksanaan ekstrakurikuler baca tulis alquran pada siswa kelas VII MTS.
6. Moh. Hataimi Salaim (2014), yang menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik.
7. Ma'ruf (2012), yang menyampaikan tentang kegiatan-kegiatan peserta didik dalam bidang keterampilan dan seni.
8. Mansur Muslich (2009), menyatakan "penelitian kualitatif" adalah penelitian yang bertujuan mengungkapkan gejala atau fenomena secara nolistik.
9.sugiyono (2007), metode kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme.
10. Andi prastowo (2011), di dalam KBBI bahwa metode diartikan sebagai cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.

6. Daftar Pustaka

1. Nata, abudin. 2001. Sejarah Pertumbuhan dan perkembangan lembaga-lembaga pendidikan islam di Indonesia. Jakarta:Grasindo.
2. Subiyanto, arief. 2006. Metode dan teknik penelitian sosial. Yogyakarta: C. V Andi offset.
3. Prastowo, andi. 2011. Memahami metode-metode penelitian. Jogjakarta: ar-ruzz media
4. Ahmad, soenarto. 1988. Pelajaran tajwid praktis dan lengkap. Jakarta: Bintang terang
5. Muslimah, eneng. 2010. Ilmu pendidikan islam. Jakarta
6. Fahrul, razi. 2009. Pembelajaran sejarah kebudayaan islam. Pontianak: Stain pontianak prees
7. Daulay,  haidar putra. 2004. Pendidikan islam: dalam sistem pendidikan di Indonesia
8. Daulay,  haidar putra. 2001. Historitas dan eksistensi. Yogyakarta : Tiara wacana yogya
9. Basri. 2006. Metodologi penelitian sejarah. Jakarta: Restu agung
10. Alwasilah, chaidar.  2011. Metodologi pembelajaran bahasa arab. Bandung : Remaja rosdakarya.








Rabu, 09 Oktober 2019

Observasi

1.
Alamat/Tempat pengambilan foto : Pasar Teratai, Jeruju
Waktu : Selasa, 8 Oktober 2019 pukul 08.20
Analisis : Kata "jage" dan "kite" adalah kata yang tidak baku, seharusnya menggunakan kata yang baku yaitu "jaga" dan "kite"
               Sumber : Buku Eyd

2. 
Alamat/Tempat pengambilan foto : Jl. Kom Yos Sudarso
Waktu : Selasa, 8 Oktober 2019 pukul 15.25
Analisis : Kata "Quality" merupakan kata yang tidak baku, dan menggunakan bahasa asing.  Seharusnya diganti dengan kata "Kualitas"
Sumber : Buku Eyd

3.
Alamat/Tempat pengambilan foto : Gg. Duku Baru,  Jeruju
Waktu : Selasa,  8 Oktober 2019 pukul 15.30
Analisis : Penulisan GG. DUKU BARU tersebut salah.  Seharusnya ditulis dengan "GG. Duku Baru"
Sumber : Buku Eyd
4. 
Alamat/Tempat pengambilan foto : Jl. Kom Yos Sudarso
Waktu : Rabu, 9 Oktober 2019 pukul : 18.49
Analisis : Kata "Di" yang ada pada gambar itu harus digabung menjadi "Dijual" karena kata "jual" merupakan kata kerja. 
Sumber : Internet 

5. 
Alamat/Tempat pengambilan foto : Jl. Kom Yos Sudarso
Waktu : Rabu, 9 Oktober 2019 pukul 18.53
Analisis : Penggunaan kata "praktek" yang ada pada gambar itu merupakan kata yang tidak baku. Seharusnya diganti menggunakan kata "praktik".
Sumber : Buku Eyd

6. 
Alamat/Tempat pengambilan foto : Jl. Trans Kalimantan
Waktu : Minggu, 6 Oktober 2019 pukul 13.50
Analisis : Kata "SKRETARIAT" yang ada pada gambar itu salah. Kata yang seharusnya digunakan adalah "SEKRETARIAT"
Sumber : Internet 

7. 
Alamat/Tempat pengambilan foto : Komplek Bali Indah, gg. Paguyuban laut
Waktu : Kamis, 10 Oktober 2019 pukul 07.32
Analisis : Penggunaan tanda baca pada gambar itu salah.  Karena pada gambar itu tanda baca "(" hanya satu, seharus nya dua dengan tutup kurung nya juga yaitu "(ANIM) "
Sumber : Internet 

8. 
Alamat/Tempat pengambilan foto : Pasar Teratai,  Jeruju
Waktu : Kamis, 10 Oktober 2019 pukul 07.35
Analisis : Kata "nye" pada gambar itu adalah kata yang tidak baku. Agar kata itu menjadi baku seharusnya diganti dengan kata "nya".
Sumber : Buku Eyd

10. 
Alamat/Tempat pengambilan foto : Komplek Bali Indah
Waktu : Senin, 7 Oktober 2019 pukul 06.30
Analisis : Pada gambar di atas memiliki banyak kata yang tidak baku dan banyak menggunakan bahasa asing. 
Sumber : Internet 

Kamis, 12 September 2019

Cerita Saya

12 september 2019,

Assalamualaikum, haii perkenalkan nama saya Syarifah Azzahra Putri Aulia (panjaaaang ya kan haha). Saya biasa dipanggil Zahra. Umur saya 18 tahun, saya lahir pada 25 Juli 2001. Tempat lahir saya di Sukadana, Kab.Kayong Utara. Disini saya akan menceritakan tentang perjalanan hidup saya dari kelas 3 SMA hingga sekarang menjadi anak rantau yang jauh dari kedua orangtua.
   Waktu saya mulai menginjak kelas 3 SMA, saya sudah berencana dan berniat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun pada waktu itu saya belum tau perguruan mana yang akan saya tempuh.
Pada februari 2019, ada pembukaan masuk perguruan tinggi lewat jalur SNMPTN dan saya coba mendaftar melalui jalur itu, ayah dan ibu sangat mensupport apa yang saya lakukan itu. Hingga pada april 2019 setelah 2 bulan menunggu keluarlah hasil pengumuman nya itu dan hasilnya sangat mengecewakan.
  Kemudian, setelah mendengar hasil pengumuman di jalur itu saya tidak fokus pada pendaftaran masuk ke perguruan tinggi lagi. Saya hanya fokus pada UNBK saja, sampai-sampai saya tidak menghiraukan ada pembukaan pendaftaran pada PTKIN jalur pertama. Dan akhirnya saya menunggu lagi pembukaan di jalur kedua.
Akhirnya jalur kedua pun dibuka, saya mendaftar dan mengikuti tes nya, dan juni 2019 saya mendapat kan kabar gembira yaitu saya lulus masuk ke PTKIN di IAIN Pontianak, saya sangat bahagia sekali.
  Saya sangat tidak sabar untuk masuk kuliah pada waktu itu, dan tibalah waktunya untuk memulai perkuliahan itu.
Sebelum masuk kuliah seperti biasanya, diawal itu ada yang namanya PBAK atau yang sering dikenal dengan Ospek. Saya mengikuti PBAK itu selama 4 hari dengan sangat tenang hingga akhirnya PBAK itu pun selesai. Dan sekarang saya sudah masuk dalam perkuliahan yang sebenarnya, sudah 4 hari berlalu. Saya sangat senang dan juga sedih karena harus berpisah dengan orangtua, adik, dan keluarga saya di kampung. Tapi saya berniat tetap kuat, dan sabar bahwa saya mempunyai cita-cita yang harus gapai demi kebahagiaan kedua orangtua saya.

Nahh, cukup sekian dulu yaa ceritanya hehe..
Wassalamu'alaikum wr.wb
Sampai jumpa dicerita selanjutnya yaaa..