NIM : 11901131
Kelas : PAI/4C
Makul : Magang 1
Karakteristik ialah karakter atau gaya hidup secara umum yang telah dibawa sejak lahir dan dari lingkungan sekitar yang menjadikannya karakter yang relatif tetap dalam individu. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Piuas Partanto, Dahlan (1994) bahwa Karakteristik berasal dari kata karakter dengan arti tabiat/watak, pembawaan atau kebiasaan yang dimiliki oleh individu yang relatif tetap.
Peserta didik merupakan individu yang selalu mengalami perkembangan, jadi peserta didik akan terus mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan pengalaman, pembelajaran yang ada pada dirinya. Perubahan dalam diri peserta didik ialah untuk pengembangan dirinya sendiri dan juga ada untuk beradaptasi atau berinteraksi dilingkungan sekitarnya. Peserta didik juga disebut sebagai insan yang menarik, karena memiliki fisik dan psikis yang unik, dari berbagai potensi yang telah dimiliki oleh peserta didik maka guru masih harus memahami kemampuan peserta didik untuk mencapai kebutuhan untuk dalam perkembangannya yang sangat optimal.
Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik peserta didik ialah aspek atau kualitas seorang peserta didik dari berbagai aspek yang ada dalam diri peserta didik yang dapat menahan dengan penataan pembelajaran yang meliputi kemampuan dari peserta didik, motivasi dalam pembelajaran, minat dalam mata pelajaran, pengalaman dari peserta didik, kemampuan sosial, kemampuan psikomotorik, keterampilan serta kemampuan dalam bekerja sama sehingga peserta didik dapat mempengaruhi pemilihan strategi pembelajaran.
Seorang ilmuan pembelajaran yang menggambarkan bahwa intraksi peserta didik merupakan komponen yang terpenting dalam pengembangan strategi pembelajaran.
Secara umum para peserta didik yang sebagai karakter individu ini dapat dikatakan oleh beberapa faktor usia, latar belakang, dan keturunan. Faktor-faktor tersebut telah di bawa oleh peserta didik lahir, tapi faktor tersebut juga didasarkan pada keadaaan dari lingkungan social yang menjadi titik awal menentukan kualitas hidup. Teori pembelajaran dijadikan sebagai acuan pada saat mengoptimalkan proses pembelajaran, sehingga teori tersebut dapat dikatakan sebagai teori komprehensif.
Karakter adalah suatu gaya hidup seseorang atau nilai yang berkembang secara teratur setiap hari mengacu pada tingkah laku yang mengarah pada kepribadian yang lebih konsisten dan mudan diimplrmentasikan. Domana faktor dapat diartikan sebagai ciri yang lebih ditonjolkan dalam berbagai aspek tingkah laku. [Daryanto& Rachmawati, 2015: 15]
Peserta didik merupakan orang yang mendapat pengaruh dari berbagai kelompok yang sedang melaksanakan Pendidikan. Peserta didik merupakan unsur yang sangat penting dalam pembelajaran. Karena peserta didik dijadikan sebagai aktifitas kegiatan belajar mengajar. Dalam aspek psikologis, peserta didik merupakan titik penentu dalam proses petumbuhan dan perkembangan baik dalam bentuk fisik maupun psikis. Namun peserta didik disebuut sebagai insan yang menarik, karena memiliki pisik dan psikis yang unuik. Berbagai potensi yang dimiliki oleh peserta didik masih memerlukan kebutuhan untuk mencapai kebutuhan intuk perkembangan yang sangat optimal.
Karakter peserta didik dapat didefenisikan sebagai aspek atau kualitas seseorang. Berbagai aspek yang ada dalam diri peserta didik dapat menahan dengan penataan pembelajaran.
Secara umum peserta didik yang sebagai karakter individu ini dapat dikatakan oleh beberapa faktor-faktor usia, latar belakang, dan keturunan. Faktor-faktor tersebut telah dibawa oleh peserta didik dari lahir. Tetapi faktor tersebut juga didasarkan pada keadaan lingkungan social yang menjadii titik awal menentukan kualitas hidup. Teori pembembelajaran dijadikan sebagai acuan pada saat mengoptimalkan proses pembelajaran . sehungga teori tersebut dapat dikatakan sebagai teori kompherensif.
Thomas Lickona (1992:12-22) memberi pengertian karakter sebagai sifat yang pasti dimiliki sseseorang dalam memberi respon terhadap sesuatu yang dilihatyang dilakukan dalam tindakan nyata dengan perilaku yang baik.
N. A. Aeni, 2014, p. 50). Menyatakan bahwa Nilai-nilai karakter peserta didik menjadi nilai yang sangat penting dari sistem pendidikan. Adapun karakter (character) berasal dari bahasa Yuanani yaitu “charassian” yang berarti menandai dan memfokuskan bagaimana meimplementasikan nilai kebaikan dalam bentuk perbuatan atau tingkah laku, sehingga jika orang itu memiliki sifat buruk seperti serakah suka bohong, seorang koruptor, mudah marah, sesuka hati dan berperilaku jelek lainnya, maka dapat dinyatakan bahwa orang tersebut memiliki karakter yang buruk. Namun sebaliknya, jika orang tersebut berperilaku baik atau sesuai dengan norma dan kaidah moral maka disebut dapat dikatakan orang yang berkarakter.
Sementara itu Imam al-Ghazali memberi definisi karakter sebagai akhlak, yakni sesuatu yang terjadi secara spontan. Seorang manusia dalam berkata-kata dan bersikap, atau melakukan hal yang telah menjadi kesatuan di dalam dirinya sehingga ketika muncul secara spontan dan tidak perlu dipikirkan lagi atau direcanakan lagi. Oleh karena itu, Imam al-Ghazali memberi penegasan bahwa tujuan yang paling penting dari pendidikan itu adalah mengabdikan diri sepenuhnya kepada Tuhan, yakni mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan semua yang menjadi perintah-Nya dan menjauhi segala yang menjadi larangan-Nya (A. N. Aeni, 2014, p. 53).
Karakter tidak mungkin terbentuk secara secara cepat, melainkan harus dilatih
Dengan serius dan distimulasi secara terus-menerus setiap harinya melalui kegiatan pembiasaan. Dengan
pembiasaan baik yang diberikan diharapkan akan dapat membentuk manusia yang
baik pula. Diantara Pembiasaan-pembiasaan untuk melakukan hal-hal yang baik seperti berkata-kata yang jujur,
tidak suka bermalas-malasan-, malu melakukan kecurangan, tidak mudah pesimis,
selalu bekerja keras harus tertanam. Disinilah peran penting bagi orang tua
dalam menstimulasi perkembangan tersebut. Oleh karena itu pendidikan itu sangat penting demi membentuk karakter peserta didik agar memiliki akhlak terpuji, dan manjadi seorang pendidik juga harus peka dalam hak ini, karena ini masih menjadi tanggung jawabnya.
Beberapa karakteristik milenial:
Pertama, bagi milenial, komputer itu normal. Kedua, keberadaan identitas diri sudah tidak nyata lagi. Ketiga, mengutamakan hasil daripada teori. Keempat, proses pembelajaran mirip dengan permainan yang menggunakan trial and error. Kelima, kaum milenial akan merasa sangat nyaman jika menjalankan berbagai tugas. Keenam, generasi milenial adalah orang yang anti prokrastinasi (Suissa, 2015). Kompleksitas pengaksesan informasi melalui teknologi memerlukan respon proaktif untuk meminimalisir penurunan nilai fitur sosial. Karena jika tidak dilakukan maka akan menimbulkan masalah yang cukup serius, seperti kasus kriminal, pelecehan seksual, kasus penganiayaan siswa terhadap guru, anak bertengkar dengan orang lain.
Karakter penting yang perlu diahami dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi karakter fisik dan non fisik peserta didik di kelas. Pertumbuhan mengarah pada fisik sedangkan perkembangan mengarah pada fungsi-fungsi organ dan non fisik, karakteristik fisik merupakan sesuatu ciri yang mudah diamati, seperti keadaan kaki, mata, tangan dan sebagainya.
2. Mengidentifikasi karaktistik belajar setiap peserta didik di kelasnya. Hal ini masih bersangkutan dengan beberapa hal seperti bakat, minat, lingkungan anak, gaya belajar, intlegensia anak, dan lainnya.
3. Memastikan peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegitan belajar mengajar.
4. Mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik, dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda.
5. Mencoba untuk mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya.
6. Membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan dan keterlambatan pemahaman peserta didik, sehingga seluruh peserta didik diusahakan dapat memahami materi yang disampaikan pendidik.
7. Mempelajari peserta didik yang memiliki kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar, sehingga peserta didik tersebut tidak merasa tersisihkan.
Dalam menguasai karakteristik peserta didik berhubungan dengan kemampuan guru dalam memahami kondisi peserta didik. Peserta didik dalam dunia pendidikan modern merupakan subjek dalam proses pembelajaran yang terjadi di sekolah, sehingga peserta didik dibimbing agar dapat menjadi generasi yang baik dan dapat berkontribusi untuk memajukan bangsa ini. Peserta didik tidak disebut sebagai objek karena mereka memerlukan perhatian dan partisipasi dalam pembelajaran, peserta didik juga memiliki karakteristik tersendiri dalam tiap diri individu.
*Manfaat Memahami Karakter Peserta Didik
Memahami karakteristik peserta didik memiliki banyak manfaat yang akan diperoleh oleh guru maupun peserta didik, jika saling mengenal karakter masing-masing. Peserta didik akan merasa mendapatkan perlakuan yang adil, tidak ada diskriminasi, merasakan bimbingan yang maksimal dan dapat mengelaikan masalah peserta didik dengan memperhatikan karakternya. (meriyati :2015)
Begitu pentingnya mengenal dan memahami karakter peserta didik maka seorang pendidik maka seorang guru harus meluangkan waktunya bersama peserta didik dan memberikan perhatian dengan maksimal kepada peserta didik sehingga dapat membimbing mereka pada mencapai tujuan pendidikan.
a). Dapat mengetahui kelebihan yang mereka miliki dan dapat meningkatkan kelebihan yang dimiliki peserta didik.
b). Mendeteksi kelemahan yang mereka miliki dan memperbaikinya.
c). Mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri mereka dan memaksimalkan / mengembangkan potensi tersebut untuk kesuksesan dimasa yang akan datang.
d). Menyadarkan mereka bahwa masih memiliki banyak kekuarangan yang ada dlaam diri sendiri sehingga pantang untuk bersikap sombong dan merendahkan orang lain, karena merasa dirinya memiliki kelebihan.
e). Mengetahui jenis pekerjaan apa yang paling cocok untuk mereka dimana yang akan dating sesuai dengan kepribadian dan karakter mereka sehingga kita dapat mengarahkan peserta didik untuk menjadi lebih baik lagi.
f). Mengenal diri sendiri dapat membantu anak didik untuk berkompromi dengan diri sendiri dan orang lain dalam berbagai situasi yang tentu akan bermanfaat bagi kehidupan kesehariannya, terutama untuk lebih bersosialisasi.
g). Mengenal kepribadian (personality) diri dapat membantu mereka menerima dengan lapang dada segala kelebihan dan kekurangan dalam diri sendiri, sekaligus bertoleransi terhadap kelebihan dan kelemahan yang dimilki oleh orang lain.